Selasa, 27 Desember 2016

strategi pembelajaran



Bab VI
Strategi pembelajaran


A.      SEKILAS TENTANG STRATEGI PEMBELAJARAN
Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses  pembelajaran. Paling tidak ada tiga jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni (1) strategi pengorganisasian pembelajaran, (2) strategi penyampaian pembelajaran dan (3) strategi pengelolaan pembelajaraan.
                Uraian mengenai strategi penyampaian pengajaran menekankan pada media apa yang dipakai untuk menyampaikan pengajaran, kegiatan belajar apa yang dilakukan siswa, dan dalam struktur belajar mengajar yang bagaimana.
B.      STRATEGI PENGORGANISASIAN PENGAJARAN
Strategi mengorganisasi isi pengajaran disebut oleh Reigeluth, Bunderson, dan Merrill (2007) sebagai struktur strategi, yang mengacu pad acara untuk membuat urutan  (sequencing) dan mensintesis (synthesizing) fakta,konsep,prosedur, dan prinsip yang berkaitan. Sequencing  mengacu pada pembuatan urutan penyajian isi bidang studi, dan syinthesizing mengacu pada upaya untuk menunjukan kepada siswa keterkaitan antara fakta,konsep,prosedur,atau prinsip yang terkandung dalam suatu bidang studi.
Pengorganisasian pengajaran secara khusus, merupakan fase yang amat penting dalam rancangan pengajaran.
1.       Strategi makro dan mikro
Bagian ini akan menguraikan strategi pengorganisasian makro, yang diacukan untuk menata keseluruhan isi bidang studi, dan strategi pengorganisasian mikro,yang diacukan umtuk menata sajian suatu konsep atau prinsip, atau prosedur.
2.       Strategi mikro
Teori Gagne dan Briggs. Selama bertahun-tahun, Gagne dan Briggs telah mengembangkan berbagai teori pengajaran yang preskriptif (Gagne,2015; 2007a; 2007c; 2015; Gagne dan Briggs, 2009; Gagne dan Wager,2011; Briggs, 2007a, 2007b; Marti dan Briggs,2006). Teori pengajran yang dikembangkannya mempreskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan (a) kapabilitas belajar, (b) peristiwa pengajaran, dan (c) pengorganisasian pengajaran (atau dengan ungkapan aslinya,urutan pengajaran).
3.       Kapabilitas Belajar
Untuk keperluan merancang pembelajaran, Gagne (2014,2015) mengemukakan 5 (lima) kategori kapabilitas yang didapat siswa, yaitu sebagai berikut.
a.       Informasi verbal.
b.      Keterampilan intelektual,yang mencakup 5 (lima) bagian kategori:
1.       Diskriminasi;
2.       Konsep konkret;
3.       Kosep abstrak;
4.       Kaidah;
5.       Kaidah tingkat lebih tinggi
c.       Strategi kognitif.
d.      Sikap.
e.      Keterampilan motoric.
Karakteristik setiap  kapabilitas diuraikan berikut ini.
-          Informasi verbal. Siswa telah belajar informasi verbal apabila ia dapat mengingat kembali informasi itu.
-          Keterampilan intelektual. Kapabilitas dalam menggunakan symbol untuk mengorganisasikan dan berinteraksi dengan lingkungan
-          Diskriminasi. Suatu kapabilitas untuk melakukan respond yang berbeda pada perangsang yang memiliki dimensi fisik yang berbeda.
-          Konsep konkret. Siswa telah belajar konsep konkret apabila ia telah dapat mengidentiifkasi contoh-contoh baru (atau yang belum dipelajari) dan sekelompok objek atau kelompok-kelompok objek.
-          Konsep abstrak. Siswa telah belajar konsep abstrak apabila ia menggunakan suatu definisi untuk mengklasifikasi contoh-contoh yang tidak dipelajari sebelumnya.
-          Kaidah. Siswa telah belajar kaidah,apabila ia dapat menggunakan kaidah itu pada contoh-contoh yang sebelumnya tidak dipelajari
-          Kaidah tingkat lebih tinggi(pemecahan masalah). Siswa  telah mencapai kaidah tingkat tinggi apabila ia menggunakan dua kaidah atau lebih, yang sudah dipelajari sebelumnya, untuk memecahkan masalah-masalah baru.
-          Strategi kognitif. Siswa telah belajar strategi kognitif apabila ia telah mengembangkan cara-cara untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi proses berfikir dan proses belajarnya.
-          Sikap.Sikap adalah keadaan mental yang kompleks dari siswa yang dapat mempengaruhi pilihannya untuk melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya pribadi terhadap orang lain,benda atau peristiwa.
-          Keterampilan motorik. Siswa telah mengembangkan keterampilan motoric apabila ia telah menampilkan gerakan-gerakan fisik dalam menggunakan bahan atau peralatan-peralatan menurut prosedur yang semestinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar