Bab VI
Strategi pembelajaran
A.
SEKILAS TENTANG STRATEGI
PEMBELAJARAN
Strategi pembelajaran
merupakan hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada tiga jenis
strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni (1) strategi
pengorganisasian pembelajaran, (2) strategi penyampaian pembelajaran dan (3)
strategi pengelolaan pembelajaraan.
Uraian mengenai strategi penyampaian pengajaran
menekankan pada media apa yang dipakai untuk menyampaikan pengajaran, kegiatan
belajar apa yang dilakukan siswa, dan dalam struktur belajar mengajar yang
bagaimana.
B.
STRATEGI PENGORGANISASIAN
PENGAJARAN
Strategi mengorganisasi isi pengajaran disebut oleh
Reigeluth, Bunderson, dan Merrill (2007) sebagai struktur strategi, yang
mengacu pad acara untuk membuat urutan (sequencing) dan mensintesis (synthesizing) fakta,konsep,prosedur,
dan prinsip yang berkaitan. Sequencing mengacu pada pembuatan urutan penyajian isi
bidang studi, dan syinthesizing mengacu
pada upaya untuk menunjukan kepada siswa keterkaitan antara
fakta,konsep,prosedur,atau prinsip yang terkandung dalam suatu bidang studi.
Pengorganisasian pengajaran secara khusus, merupakan
fase yang amat penting dalam rancangan pengajaran.
1.
Strategi makro dan mikro
Bagian ini akan menguraikan strategi pengorganisasian
makro, yang diacukan untuk menata keseluruhan isi bidang studi, dan strategi
pengorganisasian mikro,yang diacukan umtuk menata sajian suatu konsep atau
prinsip, atau prosedur.
2.
Strategi mikro
Teori Gagne dan Briggs. Selama bertahun-tahun, Gagne dan
Briggs telah mengembangkan berbagai teori pengajaran yang preskriptif
(Gagne,2015; 2007a; 2007c; 2015; Gagne dan Briggs, 2009; Gagne dan Wager,2011;
Briggs, 2007a, 2007b; Marti dan Briggs,2006). Teori pengajran yang
dikembangkannya mempreskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan (a) kapabilitas
belajar, (b) peristiwa pengajaran, dan (c) pengorganisasian pengajaran (atau
dengan ungkapan aslinya,urutan pengajaran).
3.
Kapabilitas Belajar
Untuk keperluan merancang pembelajaran, Gagne
(2014,2015) mengemukakan 5 (lima) kategori kapabilitas yang didapat siswa,
yaitu sebagai berikut.
a.
Informasi verbal.
b.
Keterampilan intelektual,yang
mencakup 5 (lima) bagian kategori:
1.
Diskriminasi;
2.
Konsep konkret;
3.
Kosep abstrak;
4.
Kaidah;
5.
Kaidah tingkat lebih tinggi
c.
Strategi kognitif.
d.
Sikap.
e.
Keterampilan motoric.
Karakteristik setiap kapabilitas diuraikan berikut ini.
-
Informasi verbal. Siswa telah
belajar informasi verbal apabila ia dapat mengingat kembali informasi itu.
-
Keterampilan intelektual.
Kapabilitas dalam menggunakan symbol untuk mengorganisasikan dan berinteraksi
dengan lingkungan
-
Diskriminasi. Suatu kapabilitas
untuk melakukan respond yang berbeda pada perangsang yang memiliki dimensi
fisik yang berbeda.
-
Konsep konkret. Siswa telah
belajar konsep konkret apabila ia telah dapat mengidentiifkasi contoh-contoh
baru (atau yang belum dipelajari) dan sekelompok objek atau kelompok-kelompok
objek.
-
Konsep abstrak. Siswa telah
belajar konsep abstrak apabila ia menggunakan suatu definisi untuk
mengklasifikasi contoh-contoh yang tidak dipelajari sebelumnya.
-
Kaidah. Siswa telah belajar
kaidah,apabila ia dapat menggunakan kaidah itu pada contoh-contoh yang
sebelumnya tidak dipelajari
-
Kaidah tingkat lebih
tinggi(pemecahan masalah). Siswa telah
mencapai kaidah tingkat tinggi apabila ia menggunakan dua kaidah atau lebih,
yang sudah dipelajari sebelumnya, untuk memecahkan masalah-masalah baru.
-
Strategi kognitif. Siswa telah
belajar strategi kognitif apabila ia telah mengembangkan cara-cara untuk
meningkatkan keefektifan dan efisiensi proses berfikir dan proses belajarnya.
-
Sikap.Sikap adalah keadaan
mental yang kompleks dari siswa yang dapat mempengaruhi pilihannya untuk
melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya pribadi terhadap orang lain,benda
atau peristiwa.
-
Keterampilan motorik. Siswa
telah mengembangkan keterampilan motoric apabila ia telah menampilkan
gerakan-gerakan fisik dalam menggunakan bahan atau peralatan-peralatan menurut
prosedur yang semestinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar