1.
PENGANTAR
FILSAFAT PENDIDIKAN
Dr. Uyoh Sadulloh, M.pd. 2014
Menurut Kant, guru harus memandan anak sebagaitujuan
bukan
sebagai
alat. Guru harus bertanya pada dirinya sendiri, apakah ia merupakan contoh yang
baik untuk di terima oleh siswanya. Idealisme memiliki tujuan yang pasti dan
abadi, dimana tujuan itu berada di luar kehidupan sekarang ini.
Filsafat pendidikan
realisme merupkan filsafat yang memandang realias secara dualitis. Realisme
berbeda dengan materialisme dan idealisme yang bersifat monistris. Realisme
berpendapat bahwa hakikat realitas ialah terdiri atas dunia fisik dan dunia
rohani. Realisme membagi realitas menjadi dua bagian, yaitu subyek yang
menyadari dan mengetahui di satu pihak, dan di pihak lainya adalah adanya
realita diluar manusia, yang dapat dijadikan sebagai objek pengetahuan manusia.
Realisme merupakan
alran filsafat yang memiliki beraneka ragam bentuk. Knaller membagi realisme
menjadi dua bentuk, yaitu:
1.
Reallisme
rasional
Dapat di definisikan dalam dua aliran,
yaitu realisme klasik dan realisme religius. Bentuk utama dari realisme
religius ialah “scholetisisme”. Realisme klasik ialah filsafat Yunani yang
pertama kali dikembangkan oleh aristoteles, sedangkan realisme religius,
terutama scholatisisme oleh Thomas aquinas, dengan menggunakan filsafat
aristoteles dalam membahas teologi gereja. Thomas aquinas menciptakan filsafat
baru dalam agama kristen, yang disebut tomisme, pada saat filsafat gereja
dikuasai oleh neoplatonisme yang dipelopori oleh plotinus.
Materi adalah nyata, dan berada di luar
pikiran (ide) yang mengamatinya. Tetapi sebaliknya, tomisme berpandangan bahwa
materi dan jiwa diciptakan oleh Tuhan, dan jiwa lebih penting daripada materi
karena Tuhan adalah rohani yang sempurna. Tomisme juga mengungkapkan bahwa
mansia merupakan suatu perpaduan/kesatuan materia dan rohani, dimana badan dan
roh menjadi satu. Manusia bebas dan bertanggung jawab untuk bertindak, namun
manusia juga abadi lahir ke dunia untuk mencintai dan mengasihi pencipta,
karena itu manusia mencari kebahagiaan abadi.
2.
Realisme natural
ilmiah
Realisme natural ilmiah menyertai
lahirnya sains d eropa pada abad kelima belas dan keenam belas, yang dipelopori
oleh Francis Bacon, Jhon Locke, Galileo, David hume, Jhon start mil, dan
lain-lainnya. Pada abad keduapiluh tercatat pemikiran-pemikiran seperti Ralph
borton perry, Alfred nortt whitehead, dan Bertrand russel.
Menurut realisme natural ilmiah,
filsafat mencoba meniru objektivitas sains. Karena dunia sekitas manusia nyata,
maka tugas sains lah untuk meneliti sifat-sifatnya. Tuugas filsafat
mengkoordinasikan konsep-konsep dan temuan-temuan sains yang berlainan dan
berbeda-beda.
Mengenai konsep pendidkan realisme
natural, Brucher (1950) mengemukakan bahwa pendidikan berkaitan dengan dunia di
sini dan sekarang. Dunia bukan sesuatu yang eksternal, tidak abadi, melainkan
diatur oleh hukum alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar