Selasa, 27 Desember 2016

pengantar filsafat pendidikan



1.      PENGANTAR FILSAFAT PENDIDIKAN
Dr. Uyoh Sadulloh, M.pd. 2014

Menurut Kant, guru harus memandan anak sebagaitujuan bukan
sebagai alat. Guru harus bertanya pada dirinya sendiri, apakah ia merupakan contoh yang baik untuk di terima oleh siswanya. Idealisme memiliki tujuan yang pasti dan abadi, dimana tujuan itu berada di luar kehidupan sekarang ini.
Filsafat pendidikan realisme merupkan filsafat yang memandang realias secara dualitis. Realisme berbeda dengan materialisme dan idealisme yang bersifat monistris. Realisme berpendapat bahwa hakikat realitas ialah terdiri atas dunia fisik dan dunia rohani. Realisme membagi realitas menjadi dua bagian, yaitu subyek yang menyadari dan mengetahui di satu pihak, dan di pihak lainya adalah adanya realita diluar manusia, yang dapat dijadikan sebagai objek pengetahuan manusia.
Realisme merupakan alran filsafat yang memiliki beraneka ragam bentuk. Knaller membagi realisme menjadi dua bentuk, yaitu:
1.      Reallisme rasional
Dapat di definisikan dalam dua aliran, yaitu realisme klasik dan realisme religius. Bentuk utama dari realisme religius ialah “scholetisisme”. Realisme klasik ialah filsafat Yunani yang pertama kali dikembangkan oleh aristoteles, sedangkan realisme religius, terutama scholatisisme oleh Thomas aquinas, dengan menggunakan filsafat aristoteles dalam membahas teologi gereja. Thomas aquinas menciptakan filsafat baru dalam agama kristen, yang disebut tomisme, pada saat filsafat gereja dikuasai oleh neoplatonisme yang dipelopori oleh plotinus.
Materi adalah nyata, dan berada di luar pikiran (ide) yang mengamatinya. Tetapi sebaliknya, tomisme berpandangan bahwa materi dan jiwa diciptakan oleh Tuhan, dan jiwa lebih penting daripada materi karena Tuhan adalah rohani yang sempurna. Tomisme juga mengungkapkan bahwa mansia merupakan suatu perpaduan/kesatuan materia dan rohani, dimana badan dan roh menjadi satu. Manusia bebas dan bertanggung jawab untuk bertindak, namun manusia juga abadi lahir ke dunia untuk mencintai dan mengasihi pencipta, karena itu manusia mencari kebahagiaan abadi.
2.      Realisme natural ilmiah
Realisme natural ilmiah menyertai lahirnya sains d eropa pada abad kelima belas dan keenam belas, yang dipelopori oleh Francis Bacon, Jhon Locke, Galileo, David hume, Jhon start mil, dan lain-lainnya. Pada abad keduapiluh tercatat pemikiran-pemikiran seperti Ralph borton perry, Alfred nortt whitehead, dan Bertrand russel.
Menurut realisme natural ilmiah, filsafat mencoba meniru objektivitas sains. Karena dunia sekitas manusia nyata, maka tugas sains lah untuk meneliti sifat-sifatnya. Tuugas filsafat mengkoordinasikan konsep-konsep dan temuan-temuan sains yang berlainan dan berbeda-beda.
Mengenai konsep pendidkan realisme natural, Brucher (1950) mengemukakan bahwa pendidikan berkaitan dengan dunia di sini dan sekarang. Dunia bukan sesuatu yang eksternal, tidak abadi, melainkan diatur oleh hukum alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar