Selasa, 27 Desember 2016

pengembangan media pembelajaran



BAB 5
PENGEMBANGAN
MEDIA PEMBELAJARAN



Dewasa ini, sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi ditambah dengan berkembangnya teori-teori baru dalam psikologi belajar menuntut perlunya perubaahan paradigma tentang mengajar. Mengajar bukan hanya dipandang sebagai proses menanamkan atau menyampaikan ilmu pengetahuan dan keterampilan, yang bercirikan pada aktivitas guru secara penuh namun mengajar harus dipandang sebagai proses kerja dama antara guru dan siswa dalam memanfaatkan segala fasilitas dan sumber daya yang ada agar siswa dapat belajar mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Ini berarti mengajar bukan hanya berorientasi pada hasil belajar saja akan tetapi juga pada proses belajar. Proses belajar ini inti dari pembelajaran. Melalui proses pembelajaran ini siswa tidak hanya dituntut untuk menerima hasil belajar, akan tetapi siswa dituntut untuk mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. Untuk itulah guru dituntut untuk menyediakan dan mengembangkan berbagai media dan sumber belajar yang dapat dipelajari sendiri oleh siswa. Dalam kaitan inilah di bawah ini diuraikan langkah-langkah mengembangkanmedia pembelajaran khususnya media audio dan audio-visual. Ada beberapa tahapan pengembangan media, yaitu tahapan perencanaan, tahapan pengembangan naskah, tahap produksi media. Setiap tahapan diuraikan di bawah ini.
A.      Tahapan Perencanaa
Ely (1979) mengatakan bahwa perencanaan itu pada dasarnya adalah suatu proses dan cara berpikir yang dapat membantu menciptakan hasil yang dharapkan.  Suatu perencanaan diawali dengan adanya target atau Ely mengistilahkan dengan kata “hasil” yang harus dicapai, selanjutnya berdasarkan penetapan target tersebut dipikirkan bagaimana cara mencapainya. Sejalan dengan pendapat diatas kaufman (1972) memandang bahwa perencanaan itu adalah sebagai suatu proses untuk menetapkan “kemana harus pergi” dan bagaimana untuk sampai ke “tempat” itu dengan cara yang paling efektif dan efisien. Menetapkan  “kemana harus pergi”  mengandung pengertian sama dengan merumuskan tujuan dan sasaran yang akan dituju; sedangkan merumuskan  ”bagaimana agar sampai ketempat itu” berarti menyusun langkah-langkah yang dianggap efektif dalam rangka pencapaian tujuan. Sebuah tencana adalah sebuah dokumen dari hasil kegiatan. Sejalan dengan pendapat diatas, juga Terry (1993) mengungkapkan bahwa perencanaan itu pada dasarnya  adalah penetapan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dari penjelasan di atas, perencanaan pada dasarnya adalah menetapkan tujuan yang harus dicapai serta menentukan kegiatan cara yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
        Dalam perencanaan pengembangan media khusunya media audio dan audio-visual ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan yaitu mengidentifikasi kebutuhan audiens (siswa) yang akan menggunakan media yang kita kembangkan, merumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siwa, mengembangkan butir-butir materi sesuai dengan tujuan, mengembangkan garis besar pengembangan media.
1.       Identifikasi kebutuhan
John McNeil (1985) mendefinisikan need assesment  sebgai: “the process by which one defines educational needs and decides what their priorities are.” Menurut McNeil assessment itu adalah proses menentukan prioritas kebutuhan pendidikan. Selanjutnya ia mendefinisikan tentang kebutuhan sebagai ”....a condition inwhich there is a discrepancy between an acceptable state of learner behavior or attitude and an observed learner state”.
                Sejalan dengan pendapat McNeil,  seels dan Glasgow (1990) menjelaskan tentang pengertian need assessment : “it means a plan for gathering information about discrepancies and for using that information about discrepancies and for using that information to make decisions about priorities”. Kebutuhan itu pada dasarnya adalah kesenjangan (discrepancies) antara apa yang telah tersedia dengan apa yang diharapkan, dan need assessment adalah proses mengumpulkan informasi tentang kesenjangan dan menentukan prioritas dari kesenjangan untuk dipecah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar