BAB 5
PENGEMBANGAN
MEDIA PEMBELAJARAN
Dewasa ini,
sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi
informasi dan komunikasi ditambah dengan berkembangnya teori-teori baru dalam
psikologi belajar menuntut perlunya perubaahan paradigma tentang mengajar.
Mengajar bukan hanya dipandang sebagai proses menanamkan atau menyampaikan ilmu
pengetahuan dan keterampilan, yang bercirikan pada aktivitas guru secara penuh
namun mengajar harus dipandang sebagai proses kerja dama antara guru dan siswa
dalam memanfaatkan segala fasilitas dan sumber daya yang ada agar siswa dapat
belajar mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Ini berarti mengajar bukan hanya
berorientasi pada hasil belajar saja akan tetapi juga pada proses belajar. Proses
belajar ini inti dari pembelajaran. Melalui proses pembelajaran ini siswa tidak
hanya dituntut untuk menerima hasil belajar, akan tetapi siswa dituntut untuk
mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. Untuk itulah guru dituntut
untuk menyediakan dan mengembangkan berbagai media dan sumber belajar yang
dapat dipelajari sendiri oleh siswa. Dalam kaitan inilah di bawah ini diuraikan
langkah-langkah mengembangkanmedia pembelajaran khususnya media audio dan
audio-visual. Ada beberapa tahapan pengembangan media, yaitu tahapan
perencanaan, tahapan pengembangan naskah, tahap produksi media. Setiap tahapan
diuraikan di bawah ini.
A.
Tahapan
Perencanaa
Ely (1979) mengatakan bahwa perencanaan itu pada dasarnya adalah
suatu proses dan cara berpikir yang dapat membantu menciptakan hasil yang
dharapkan. Suatu perencanaan diawali
dengan adanya target atau Ely mengistilahkan dengan kata “hasil” yang harus
dicapai, selanjutnya berdasarkan penetapan target tersebut dipikirkan bagaimana
cara mencapainya. Sejalan dengan pendapat diatas kaufman (1972) memandang bahwa
perencanaan itu adalah sebagai suatu proses untuk menetapkan “kemana harus
pergi” dan bagaimana untuk sampai ke “tempat” itu dengan cara yang paling
efektif dan efisien. Menetapkan “kemana
harus pergi” mengandung pengertian sama
dengan merumuskan tujuan dan sasaran yang akan dituju; sedangkan
merumuskan ”bagaimana agar sampai
ketempat itu” berarti menyusun langkah-langkah yang dianggap efektif dalam
rangka pencapaian tujuan. Sebuah tencana adalah sebuah dokumen dari hasil
kegiatan. Sejalan dengan pendapat diatas, juga Terry (1993) mengungkapkan bahwa
perencanaan itu pada dasarnya adalah
penetapan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan
yang telah ditentukan. Dari penjelasan di atas, perencanaan pada dasarnya
adalah menetapkan tujuan yang harus dicapai serta menentukan kegiatan cara yang
harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Dalam
perencanaan pengembangan media khusunya media audio dan audio-visual ada beberapa
kegiatan yang harus dilakukan yaitu mengidentifikasi kebutuhan audiens (siswa)
yang akan menggunakan media yang kita kembangkan, merumuskan tujuan yang harus
dicapai oleh siwa, mengembangkan butir-butir materi sesuai dengan tujuan,
mengembangkan garis besar pengembangan media.
1.
Identifikasi kebutuhan
John McNeil
(1985) mendefinisikan need assesment sebgai: “the
process by which one defines educational needs and decides what their
priorities are.” Menurut McNeil assessment
itu adalah proses menentukan prioritas kebutuhan pendidikan. Selanjutnya ia
mendefinisikan tentang kebutuhan sebagai ”....a condition inwhich there is a discrepancy between an acceptable state of
learner behavior or attitude and an observed learner state”.
Sejalan
dengan pendapat McNeil, seels dan
Glasgow (1990) menjelaskan tentang pengertian need assessment : “it means a plan for gathering information about
discrepancies and for using that information about discrepancies and for using
that information to make decisions about priorities”. Kebutuhan itu pada
dasarnya adalah kesenjangan (discrepancies)
antara apa yang telah tersedia dengan apa yang diharapkan, dan need assessment adalah proses
mengumpulkan informasi tentang kesenjangan dan menentukan prioritas dari
kesenjangan untuk dipecah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar