Selasa, 27 Desember 2016

hukum feminisme



Berdasarkan catatan longino ini, penelitian ilmiah dapat memperoleh integritasnya apabila praktik – praktik internal ilmun – menghimpun data dan menarik kesimpilan – tidak di pengaruhi oleh nilai nilai kontekstual. Tesis utama longino adalah bahwa penelitian ilmiah tidak perlu dan bahkan sering tidak punya integritas. Sebab nilai – nilai kontekstual dapat secara sah menentukan asumsi – au di asumsi latarbelakang yang digunaka para ilmuan untuk menarik kesimpulan.
Longino menguraikan pendapatnya dengan menunjukan bagaimana nilai-nilai kontekstual dzengan menentukan asumsi-asumsi yang paling fundamental dari ilmu, yang mungkin menurut kita hanyalah dipengaruhi oleh nilai-nilai konsumtif. Ia mengatakan bahwa alasan bagi kemenangan teori-teori mekanisme tentang fenomena deperti mekanika newton atas lawan-lawan mereka yang non-mekanistik bukannya bahwa mereka lebih dekat dengan kebenaran atau secara empiris lebih tepat dari pada pandanfan-pandangan lawan. (suatu teori secara empiris disebut tepat atau cocok  jika semua klaimnya tentang hasil-hasil pengamatan adalah benar). Ia menerima bahwa mekanika newton sungguh lebih kuat sebagai suatu sarana untuk memanipulasi dunia atas cara-cara tertentu dari pada lawan-lawannya. Namun, ia katakan, kenyataan bahwa ada sejemlah teori mekanistik memiliki lebih banyak daya instrumental dari pada pandangan bukan lawan bukan nya argumen yang menunjuk superioritas ilmiah mereka tanpa menanbah asumsi-asumsi latar belakang yang di dukung oleh nilai nilai kontekstual.
Menurut catatan longino, unsur kunci yang membuat tgeori-teori mekanistik lebih menarik dari pada yang lain ialah bahwa teori-teori itu mengandalkan bahwa materi merupakan suatu subtansi tak bernyawa yang lema, yang aktivitas nya dapat dalam dalam istilah matematis. Unsur ini merupakan teori-teori mekanistik untuk menerima model-model interaksi dengan dunia natural seperti pertambangan. (teori-teori lawan yang ada tidak menerima aktivitas-aktivitas sepertik ini karena mereka mengandaikan bahwa alam ini hidup atau di lengkapi dengan suaru daya hidup. Teori-teori ini ini disebut teori-teori vitalist). Selain itu, perlakuan matematis tentang alam yang merupakan bagian dari gambaran mekanistik, memampukan orang untuk lebih baik mengontrol aspek-aspek tertentu dari alam dari pada teori-teori lawan. Karena itu gambaran mekanistik tentang alam lebih cocok dengan nilai dan kebutuhan para pengrajin dan klas kapitalis yang sedang mekar padahal lawan-lawannya tidak.
Longino mengtakan bahwa nilai-nilai kontekstual yang menjurus kepada penerimaan gambar mekanistik tentang alam perlahan-lahan mentranspormasikan nilai-nilai konstitutif dan asumsi-asumsi dari ilmu ini menjadi suatu nilai konstitutif ilmu bahwa suatu teori fisika yang di terima haruslah secara instrumental kuat. Ia juga menjadi suatu asumsi kuat dari ilmu bahwa segala sesuatu terdiri dari substratum matrial yang lema, properti yang secra kuantitatif amat penting. Ia berpikir bahwa ini menunjukan bagaimana nilai-nilai konrekstual dapat dengan mudah menetukan nilai-nilai konstitutif dan asumsi-asumsi kuat dari ilmu.
Kita dapat mengatakan bahwa jika argumen longino dan tesis utama nya benar, pemeuan-penemuan ilmiah tidak dapat bersifat objektif. Karena kelihatan bahwa ia jika benar, pilihan tas asumsi latar belakang dan oleh karena itu pilihan atas teori-teori yang diakui, hruaslah tergantung pada anggapan-anggapan setiap orang atau komunitas. Namun longino berpendapat bahawa pandangan nya hanya menyiratkan bhwa ilmuan tidak dapat menghasilkan secara obyektif pertanyaan-pertanyaan yang di benarkan dalam arti bahwa mereka tidak dapat menarik pernyataan yang benar melalui melaui asumsu-asumsi latar belakang yang tidak problematis. Ilmu tidak dapat secara masuk akal bertujuan untuk menyajikan kebenaran. Tapi ia mendesak bahwa klaim-klaim ilmiah masih dapat secara obyektif di benarkan karna merka dapat di benarkan melalui asumsi-asumsi yang di capai melalui kesepakatan intersubyektif setelah mengikuti prosedur-prosedur yang tidak otoriter.ilmu dapat bersifat obyektif karena efek-efek preferensi subyektif yang istimewa pada asumsi-asumsi latar belakang dapat di reduksi atau di hilangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar