Selasa, 27 Desember 2016

pembangunan pertanian dan pedesaan



PEMBANGUNAN PERTANIAN
DAN PEDESAAN



Description: Description: D:\logo-untirta.jpg
 




Nama             : Aldi nurfauzi
Nim                 : 2290150023
Fakultas         : Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
Jurusan         : Pendidikan sosiologi



PENDIDIKAN SOSIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIIRTAYASA
2016

DINAMIKA PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN PEDESAAN
[1]Dalam kehidupan manusia sektor pertanian adalah sektor yang memiliki peran sangat penting. Di indonseia pun peranian adalah salah satu sektor penghasil pendapatan yang tinggi. Menurut bappenas sekitar 15% pendapatan egara pada tahun 2010 berasal dari sektor pertanian. Jadi sektor pertanian adalah sektor yang mau tak mau harus ada dan berkembang. Karena buan hanya urusan pendapatan negara tap juga urusan hidup dan matinya kehidupan manusia. Seperti  kata bung karno “Pertanian di Indonesia adalahurusan hidup dan mati”. Tapi dalam perkembangannya pertanian di Indonesia memiliki banyak permasalahan yang bersifat continue.
Pertanian yang berlangsung selama ini belum berhasil mengangkat petani dan pertanian kepada posisi yag sharusy. Esenjangan kesejahteraan petani di bandingkan denan pekerja sektor lainnya semakin melebar. Produktivitas usaha tani dan kualitas produk tidak menunjukan perbaikan yang berarti. Produk-produk pertanian smakin berkurang daya saingnya bila di bandingkan dengan negara-negara tetangga.
 Keterpurukan dan tidak berkembangnya sekto pertanian ini memiliki dampak luas dalam pembangunan di Indonesia secara keseluruhan. Tertinggalnya sektor pertanian mengakibatkan pembangunan ekonomi dan pembangunan Negara tidak memiliki landasan yang kokoh dan mudah runtuh saat terjadi perubahan keadaan. Dampak negative nyata dari terpuruknya pertanian adalah tingkat kemiskinan meningkat, ketahanan pangan rendah, ketergantungan pada pangan luar Negeri semakin tinggi, industrialisasi sangat ergantung pada faktor produksi atau bahanbakun impor. Pengangguran di pedesaan tinggi, stabilitas keamanan Negara rendah, mutu kehidupan di pedesaan merosot, kualitas umber daya manusia menurun, kualitas lingkungan dan sumber daya alam merosot, dan kemampuan daya saing bangsa dan Negara menjadi rendah. Guna mencegah hal-hal tersebut di perlukan perhatian besar dari pihak pemerintah dalam upaya pemberdayaan sktor pertanian dan penentuan prioritas pembangunan pertanian dan pedesaan.
Pembangunan pertanian dan pedesaan perlu di lakukan secara paripurna, terintegrasi, dan sinergis. Setiap unsur dan komponen yang menjadi landasan pertanian perlu di kembangkan secara optimal. Unsur-unsur pertanian pokok adalah petani dan keluarganya, sumber daya alam, teknologi, dan lingkungan sosial budaya. Keempat unsur ini merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan mempengaruhi. Petani dan keluarganya petani dan genersi penerusnya perlu letakan sebgai unsur sentral yang memperoleh manfaat terbesar dari pembangunan pertanian. Kualitas petani dan keluarganya perlu memperoleh prioritas agar mampu melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap perubahan kondisi lingkungan yang mlingkupinya. Tanpa peraikan kualitas petani dan keluarganya, berbagai peluan yang muncul dari proses pembangunan tidak akan mampu di raihnya.
[2]Sebagian besar petani di Indonesia dikategorikan sebagai petani gurem, dengan penguasaan asset produktif minimal dan jauh dari memadai dari suatu usaha yang layak bagi pemenuhan pendapatan keluarga. Dari keadaan ini tercrmin bahwa peningkatan kesejahteraan petani tidak akan tercapai apabila haya mengandalkan dari hasil usaha taninya . pembanunan pertanian tidak dapat di pisahkan dari pembangunan pedesaan dalam arti luas.
POLA KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN
Pola klasik yang dihadapi oleh petani kita adalah minimnya kmamouan dalam mengadaka n berbagai kelengkapan dengan apa yang disebut dengan sistem pertanian modern seperti pengadaan pupuk kandang, pupuk organik, pestisida, benih unggul, serta peralatan pertanian, irigasi maupun sistm pengelolaan pertanian. Tentu saja persoalan ini melibatkan jumlah dana dibutuhkan untuk memperoleh sejumlah point yang di sebut d atas. Namu sebenarnya yang seringkali di lupakan oleh petani kita adalah bahwa merka juga kurang mengakui bahwa apa yang mereka lakukan terkait cara-cara bertani, pola-pola pengendalian ataupun pemeliharaan masih saja mengandalkan kemampuan tradisional yang berdasarkan pengalaman semata. Akibatnya, berbagai persoalan seperti pnanganan hama tanaman yang terkait dengan iklim, struktur tanah, tingkat kekebalan hama penyakit tanaman kurang menjadi perhatian mereka. Dampaknya ialah bahwa mereka seringkali menggantungkan harapan merka bahwa yang kurang dimiliki oleh petani kita itu adalah jumlah dna yang terbatas dalam pengadaan pestisida atau pupuk maupun benih yang  lebih baik. Ketiadaan dana menjadi alasan bagi mereka untuk tidak turun ke sawah atau k ladang dan lebih menerima keadaan diri mereka sebagai nasib yang tidak berpihak.
Di satu sisi, persoalan dana yang dibutuhkan dalam pertanian di indonesia tergolng mahal. Ragam puuk, pestisida, dan benih unggul hasil keseluruhannya merupakan barang impor sehingga biaya pengadaanya bagi petani kita terasa mahal. Lain daripada itu, harga jual pasca panenpun seringkali tidak berpihak bagi mereka, jumlah yang harus dkeluarkan dalam produksi pertanian tidak sebanding dengan harga jual pasca panen yang mengakibatkan petani kita menjadi kian terpuruk. Akhirnya petani kita tidak pernah bertahan pada suatu komoditas tani tertentu melainkan mencoba seluruh komoditas mskipun pengetahuannya untuk itu  belum memadai. Contohnya adalah seperti yang dihadapi oleh petani padi dan holtikultura di kabupaten karo dan simalungun. Persoalan yang dihadapi oleh petani di dua kabupaten tersebut adalah menjamurnya penakit tanaman (disebut dengan virus tanaman) yang menyerang berbagai komoditas andalannya seperti kol, tomat, cabai, jagung kentang ataupun jahe.
PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA
[3]Desa merupakan salah satu bagian terkecil dari rangkaian urut-urutan sebuah Negara (di Indonesia). Desa dari dahulu kala selalu identik dengan ketertinggalan dalam bentuk infrastuktur maupun dalam hal pembangunan sumber daya manusia sebagai aset terbesar.
Orang desa harus berjuang sendiri untuk membangun desanya. Sebab, bantuann dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah kabupaten tidak pernah menyentuh pembangunan di desa, entah berhnti dimana, dan dipegang oleh siapa. Pembangunan infrastruktur di pedesaan sangatlah jauh dari apa yang diharapkan untuk bisa menaikan tarif hidup masyarakat desa dan menggenjot perekonomian pedesaan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA
Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pengangguran. Faktor yang paling dominan adalah tidak seimbangnya antara supply and demand  atau jumlah pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lowongan yang tersedia, faktor lainnya adalah masih belum dimanfaatkannya peluang usaha yang bersumber dari potensi kearifan lokal masyarakat.
Fakta di lapangan menujukan bahwa produk-produk hasil kearifan masyarakat dan keterampilan lain yang menggunakan teknologi modern yang memiliki pangsa pasar yang besar, baik pasar domestik mapun pasar global.
Sehubungan dengan itu, dalam rangka ikut serta menyukseskan program pemerintah mempercepat pengentaskan pengangguran dan kemiskinan dilakukan program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan kecakapan meliputi beberapa bidang, diantaranya :
1.    Pemberdayaan masyarakat bidang pertanan
2.    Pemberdayaan masyarakat bidang olahan makanan tradisional (bahan lokal)
3.    Pemberdayaan masyarakat bidang kerajinan
4.    Pemberdayaan masyarakat bidang peternakan
5.    Pemberdayaan masyarakat bidang pertukagan
tujuan diselenggarakannya program pemberdayaan masyarakat ini diantaranya adalah memberikan pendidikan kecakapan hidup kepada masyarakat agar memiliki keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dibutuhkan untuk bkerja atau berwirausaha.
Rendahnya tingkat pndidikan pada masyarkat desa
[4]Sarana pendidikan masyarakat di desa cenderung rendah. Masyarakat di desa umumnya hanya berpendidikan SD, SMP, SMA. Hal ini disebabkan karena masyarakat belum mengetahui seberapa besar pentingnya pendidikan untuk dirinya. Apabila setelah menylesaikan pendidikan SMA atau lebih buruk hanya sampai SD saja orangtua akan menikahkan anak-anaknya sehingga masa depan pendidikan generasi penerus bangsa menjadi terputus dan hal ini menyebabkan mereka bergelut pada lingkar kemiskinan karena minimnya pendidikan. Rendahnya pendidikan ini juga menjadi akar prmasalahamn bahwa kurang inisiatif masyarakat dalam menghadapi masalah-masalah dalam kehidupan mereka. Mereka hanya memikirkan bagaimana caranya agar tetap bertahan hidup tanpa memikirkan bagaimana nasib generasi penerus bangsa di masa mendatang. Karena minimnya pendidikan masyarakat ini menyebabkan dari seluruh penduduk desa hampir 95% penduduk bermatapencaharian sebagai petani. Selain itu masalah rendahnya pendidikan juga menjadikan kendala dalam penerapan inovasi yang di lakukan oleh penyuluhan. Olehkarena itu masyarakat harus ditingkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dengan memperbaiki sarana pendidikan mengadakan penyuluhan masyarakat agar tercipta generasi penerus yang memiliki pengetahuan sehingga dapat meningkatkan sumber daya manusia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Minimnya saran dan prasarana di pedesaan
Salahsatu keterbelakanggan yyang dialami masyarakat pedesaan di Indonesia dapat di lihat dari aspek pembangunan sarana dan prasarana. Beberapa sarana dan prasarana pokok dan penting dai daerah pedesaan, antaralain:
a.    Prasarana dan sarana transportasi
Salahsatu prasarana dan sarana pokok dan penting untuk membuka isolasi daerah pedesaan dengan daerah lainnya adalah prasarana transportasi ( seperti jalan raya, jebatan, prasarana transportasi laut dan udara), dan sarana transportasi (seperti mobil, sepeda motor, kapal laut dll). Keterbatasan sarana dan prasarana yang memadai akan mendukung arus orang dan barang yang keluar dan masuk ke daerah pedesaan.
b.    Prasarana dan sarana pendidikan yang kurang memadai
Sebagian masyarakat di daerah pedesaan telah memiliki kesadaran untuk mendidik anak-anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, keadaan prasarana pendidikan seperti lembaga pendidikan dan gdung sekolah di daerah pedesaan relatif terbatas.
Terbatasnya lapangan pekerjaan di pedesaan
[5]Indonesia sebagai negara agraris sampai saat ini dapat dilihat dari besarnya jumlah penduduk yang masih mengandalkan penghasilannya serta menggantungkan harapan hidupnya pada sktor pertanian. Dominasa sektor pertanian sebagai mata pencaharian penduduk dapat terlihat nyata di daerah pedesaan. Sampai saat ini lapanyan kerja yang tersedia di daerah pedesaan masih di dominasi oleh sektor pertanian. Kegiatan usaha ekonomi produktif di daerah pedesaan masih sangat terbatas ragam dan jumlahnya, yang cenderung terpaku pada bidang agribisnis. Aktivitas usaha dan matapencaharian utama masyarakat di daerah pedesaan adalah usaha pengelola/pemanfaatan sumber daya alam yang secara langung atau tidak langsung ada kaitannya dengan pertanian.
Untuk lebih menggerakan dan memacu pembangunan desa secara lebih berdaya guna dan berhasil guna. Maka yang pertama yang perlu di bangun adalah manusia sebagai pelaku dan pelaku pembangunan itu sendiri. Kritik bagi model pembangunan kit selama ini adalah bangsa kita lebih cenderung mengedepankan pembangunan fisik daripada pembangunan manusia. Berdasarkan kondisi tersebut maka kedepannya kita perlu meata ulang format pembangunan desa. Bangsa ini harus memilah, memiliki dan menata secara lebih arif. Tidak mungkin lagi membuat kebijakan pembangunan yang seragam untuk semua desa.
Rendahnya kesadaran petani terhadap adopsi inovasi pertanian
Karena minimnya pendidikan masyarakat hal ini menebabkan hampir seluruh penduduk desa bermata pencaharian sebagai petani, selain itu masalah rendahnya pendidikan juga menjadikan kendala dalam penerapan inovasi yang dilakukan oleh penyuluhan. Dalam mengelola pertanian mereka hanya menggunakan cara-cara yang mereka terapkan selama inni secara turun temurun tanpa adanya pembaharuan atau inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan hasil tani mereka.













[1] http://www.academia.edu/10801563/DINAMIKA_PEMBANGUNAN_PERTANIAN_DAN_PEDESAAN
[2] http://www.academia.edu/10801563/DINAMIKA_PEMBANGUNAN_PERTANIAN_DAN_PEDESAAN
[3] http://www.academia.edu/10801563/DINAMIKA_PEMBANGUNAN_PERTANIAN_DAN_PEDESAAN
[4] Dedelasmawati.blogspot.co.id/2012/11my-risset-masalah-yang-dihadapi-dalam.html?m=1
[5] Dedelasmawati.blogspot.co.id/2012/11my-risset-masalah-yang-dihadapi-dalam.html?m=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar