1. FILSAFAT UMUM AKAL DAN HATI PADA ZAMAN MODERN
Rasionalisme
(DESCARTES-SPINOZA-LEIBNIZ)
Rasionalisme adalah paham filsafat
yang mengatakan bahwa akal (reason) adalah alat terpenting dalam memperoleh
pengetahuan dan mengetes pengetahuan. Jika empirisme mengatakan bahwa
pengetahuan di peroleh dengan alam mengalami objek empiris, maka rasionalisme
mengatakan bahwa pengetahuan diperoleh dengan cara berfikir. Alat dalam
berfikir itu ialah kaidah-kaidah logis atau kaidah-kaidah logika.
Rasionalisme ada dua macam: dalam
bidang agama dan dalam bidang filsafa. Dalam bidang agama rasionalisme adalah
lawan autoritas, dalam bidang filsafat rasionalisme adalah lawan dari
empirisme.
Rasionalisme dalam bidang agama
biasanya digunakan untuk mengkritik ajaran agama, rasionalisme dalam bidang
filsafat terutama berguna sebagai teori pengetahuan. Sebagai lawan empirisme,
rasionalisme berpendapat bahwa sebagian dan bagian penting pengetahuan datang
dari penemuan akal. Contoh yang paling jelas ialah pemahaman kita tentang
logika dan matematika.
Penemuan-penemuan logika dan
matematika begitu pasti. Kita tidak hanya melihatnya sebagai benar, tetapi
lebih dari itu kita melihatnya sebagai kebenaran yang tidak mungkin salah,
kebenarannya universal.
Sejarah rasionalisme sudah tua
sekali. Thales telah menerapkan rasionalisme dalam filsafatnya. Ini diajukan
dengan jelas sekali pada orang-orang yang sofis dan tokoh penentangnya
(Socrates, Plato, Aristoteles), dan juga beberapa tokoh sesudah itu (lihat
Runes, 1971:275). Pada zaman modern filsafat, tokoh rasionalisme pertama ialah
Descrates, Spinoza, Leibniz.
Descrates
(1596-1650)
Lahir pada tahun 1596 dan meninggal
pada tahun 1650. Bukunya yang terpenting di dalam filsafat murni ialah Discours de la methode (1637) dan meditations (1642).
Ia mengetahui bahwa tidak mudah
meyakinkan tokoh-tokoh gereja bahwa dasar filsafat haruslah rasio (akal).
Tokoh-tokoh gereja pada saat itu tetap yakin bahwa dasar filsafat haruslah iman
sebagaimana tersirat di dalam jargon credo
ut intelligam dari anselmus itu. Untuk meyakinkan orang bahwa dasar
filsafat adalah akal, ia menyusun argumentasi yang amat terkenal. Argumentasi
itu tertuang di dalam metode cogito tersebut.
Spinoza (1632-1677)
Nama aslinya
Baruch Spinoza. Setelah ia mengucilkan diri dari agama yahudi, ia mengubah
namanya menjadi Benedictus de spinoza. Spinoza percaya terhadap Tuhan tetapi
Tuhan yang dimaksuddkannya ini adalah alam semesta. Tuhan spinoza itu tdak
berkemauan, tidak melakukan sesuatu, tidak terbatas. Tuhan itu tidak
memperhatikan sesuatu, juga tidak mempedulikan manusia. Inilah penjelasan logis
tentang Tuhan yang bahkan Newton terkejut mendengar penjelasan itu . ini tidak
dapat diartikan bahwa Spinoza itu materialis. Ia hanya mengatakan, itulah yang
dapat diketui tentang Tuhan. Akibatnya, tindakan manusia dan Tuhan tidak bebas.
Dimana-mana di alam semesta ini pati sebagaimana ia mestinya; semua sudah d
tentukan.
Leibniz
(1646-1716)
Gotifried Wilhelm von leibniz lahir
pad tahun 1646 dan meninggal pada tahun 1716. Ia filosof Jerman, matematikawan,
fisikawan, dan sejarahwan. Leibniz membedakan presepsi (preception) dengan kesadaran
(consciousness).presepsi adalah pengalaman, tentang monad; kesadaran adalah
pengalaman khusu, pengalaman reflektif dan hanya terdapat didalam beberapa
monad. Dari sini iamenyusun beberapa proporsi (lihat solomon: 85-87) untuk
mengkritik Newton yang teori alam semestanya materialistis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar