Selasa, 27 Desember 2016

filsafat umum akal dan hati pada zaman modern



1.      FILSAFAT  UMUM AKAL DAN HATI PADA ZAMAN MODERN


Rasionalisme (DESCARTES-SPINOZA-LEIBNIZ)
           
            Rasionalisme adalah paham filsafat yang mengatakan bahwa akal (reason) adalah alat terpenting dalam memperoleh pengetahuan dan mengetes pengetahuan. Jika empirisme mengatakan bahwa pengetahuan di peroleh dengan alam mengalami objek empiris, maka rasionalisme mengatakan bahwa pengetahuan diperoleh dengan cara berfikir. Alat dalam berfikir itu ialah kaidah-kaidah logis atau kaidah-kaidah logika.
            Rasionalisme ada dua macam: dalam bidang agama dan dalam bidang filsafa. Dalam bidang agama rasionalisme adalah lawan autoritas, dalam bidang filsafat rasionalisme adalah lawan dari empirisme.
            Rasionalisme dalam bidang agama biasanya digunakan untuk mengkritik ajaran agama, rasionalisme dalam bidang filsafat terutama berguna sebagai teori pengetahuan. Sebagai lawan empirisme, rasionalisme berpendapat bahwa sebagian dan bagian penting pengetahuan datang dari penemuan akal. Contoh yang paling jelas ialah pemahaman kita tentang logika dan matematika.
            Penemuan-penemuan logika dan matematika begitu pasti. Kita tidak hanya melihatnya sebagai benar, tetapi lebih dari itu kita melihatnya sebagai kebenaran yang tidak mungkin salah, kebenarannya universal.
            Sejarah rasionalisme sudah tua sekali. Thales telah menerapkan rasionalisme dalam filsafatnya. Ini diajukan dengan jelas sekali pada orang-orang yang sofis dan tokoh penentangnya (Socrates, Plato, Aristoteles), dan juga beberapa tokoh sesudah itu (lihat Runes, 1971:275). Pada zaman modern filsafat, tokoh rasionalisme pertama ialah Descrates, Spinoza, Leibniz.

Descrates (1596-1650)
            Lahir pada tahun 1596 dan meninggal pada tahun 1650. Bukunya yang terpenting di dalam filsafat murni ialah Discours de la methode (1637) dan meditations (1642).
            Ia mengetahui bahwa tidak mudah meyakinkan tokoh-tokoh gereja bahwa dasar filsafat haruslah rasio (akal). Tokoh-tokoh gereja pada saat itu tetap yakin bahwa dasar filsafat haruslah iman sebagaimana tersirat di dalam jargon credo ut intelligam dari anselmus itu. Untuk meyakinkan orang bahwa dasar filsafat adalah akal, ia menyusun argumentasi yang amat terkenal. Argumentasi itu tertuang di dalam metode cogito tersebut.

Spinoza (1632-1677)
Nama aslinya Baruch Spinoza. Setelah ia mengucilkan diri dari agama yahudi, ia mengubah namanya menjadi Benedictus de spinoza. Spinoza percaya terhadap Tuhan tetapi Tuhan yang dimaksuddkannya ini adalah alam semesta. Tuhan spinoza itu tdak berkemauan, tidak melakukan sesuatu, tidak terbatas. Tuhan itu tidak memperhatikan sesuatu, juga tidak mempedulikan manusia. Inilah penjelasan logis tentang Tuhan yang bahkan Newton terkejut mendengar penjelasan itu . ini tidak dapat diartikan bahwa Spinoza itu materialis. Ia hanya mengatakan, itulah yang dapat diketui tentang Tuhan. Akibatnya, tindakan manusia dan Tuhan tidak bebas. Dimana-mana di alam semesta ini pati sebagaimana ia mestinya; semua sudah d tentukan.

Leibniz (1646-1716)
            Gotifried Wilhelm von leibniz lahir pad tahun 1646 dan meninggal pada tahun 1716. Ia filosof Jerman, matematikawan, fisikawan, dan sejarahwan. Leibniz membedakan presepsi (preception) dengan kesadaran (consciousness).presepsi adalah pengalaman, tentang monad; kesadaran adalah pengalaman khusu, pengalaman reflektif dan hanya terdapat didalam beberapa monad. Dari sini iamenyusun beberapa proporsi (lihat solomon: 85-87) untuk mengkritik Newton yang teori alam semestanya materialistis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar