Selasa, 27 Desember 2016

proposal penelitian



BAB I

PENDAHULUAN
1.1Latar belakang
Dalam  kehidupan manusia di dunia ini, manusia mengiginkan kehidupan yang sejahtera, dimana manusia ingin budayanya di terima oleh masyarakat luas,dengan asumsi bahwa manusa tersebut dn kelompoknya membawa kebudayaan yang tidak mengandung unsur SARA dan demokratis, tujuannya agar kebudayaan tersebut dapat di terima oleh masyarakat dan menghindari terjadi adanya konflik. Berbeda dengan anak Punk yang notabesnya mereka adalah kebudayaan dari barat dan kebudayaan dan kebudayaan tersebut sangat sulit untuk masuk kedalam masyarakat, pasalnya masyarakat telah menganggap dan mencap anak Punk itu dari penampilannya sudah tidak mencerminkan kerapihan dan kebudayaan tersebut di anggap sebagai kebudayaan yang akan merusak anak-anak muda pada zaman sekarang atau pada generasi yang akan datang. Walaupun tidak semua anak Punk hidup berandalan dan berpenampilan sembrawut atau berantakan. Ada beberapa jalur masuk ke dalam Punk, yaitu salah satu jalur yang paling muda di masuki ialah melalui jalur fashion (penampilan) oleh karena itu Punk selau identik dengan rambut jambul (mohawk), menggunakan sepatu booth, jaket jeans, dan menempelkan beberapa aksesoris pada pakaiannya tersebut.
Banyak orang yang salah mengartikan terhadap Punk, ada yang beranggapan Punk itu pembuat onar, anarki, penjahat, dll. Tetapi Punk itu tidak seperti itu, banyak masyarakat yang terjun langsusung masuk ke dalam komunitas Punk untuk mencari kebebasan karena di dalam Punk itu tidak ada aturan, dan tidak banyak pula yang masuk ke dalam komunitas Punk tersebut tetapi ia tidak tahu apa arti Punk tersebut, dan mereka malah membuat keonaran dan menciptakan sikap anarki pada masyarakat dengan mmenggunakan fashion Punk nya. Oleh karena itu masyarakat luas banyak sekali yang beranggapan bahwa Punk itu adalah kebudayaan yangg tidak patut di tiru, anarki, berantakan dan identik dengan kekerasan. Tetapi itu bukanlanlah arti dari Punk tersendiri, itu hanyalah beberapa oknum yang merusak Punk tersebut. Ada beberapa yang melandasi orang masuk kedalam komunitas Punk tersebut, salah satunya ialah faktor keluarga seperti di dalam keluarga si pelaku tersebut berpisah (broken home) sehingga ia melampiaskan kekesalannya melalui Punk tersebut berpenampilan seperti Punk dan membuat beberapa keonaran di masyarakat luas. Memang punk itu menuntut keadilan dan kebebasan tetapi tidak alam konteks yang seperti itu. Punk sebenarnya itu menuntut keadilan kepada pemerintah yang menurut mereka tidak tidak menjalankan tugasnya sebagaimana fungsinya, oleh karena itu Punk menciptkan beberapa karya yang bertujuan untuk menyinggung keras terhadap pemerintahan yang tidak berjalan sesuai fungsinya tersebut melalui musik yang mengandug sindiran terhadap pemerintahan tersebut, kaos (pakaian) dan lain sebagainya. [1]
1.2 Rumusan masalah
1.     Apakah faktor yang menyebabkan masyarakat masuk ke dalam komunitas Punk?
2.     Apa yang mereka pahami tentang arti Punk sesunggunya?
3.     Apa makna yang merka dapat di dalam komunitas Punk?

1.3Tujuan penelitian
1.     Untuk mengetahui mengapa sebagian masyarakat beranggapan bahwa Punk itu kebudaaan yang tidak mendididk
2.     Untuk mengetahui alasan indidvidu terjun kedalam konunitas Punk
3.     Untuk memberi tau makna dan arti Punk sesungguhnya

1.4 Manfaat penelitian
1.     Manfaat akademis
a.     Diharapkan penelitian ini bermanfaat bagi pengetahuan si pembaca
b.     Diharapkan dapat menjadi referensi pembaca untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai kebudayaan Punk
      

2.     Manfaat praktis
a.     diharapkan dengan adanya penelitian tentang PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP KOMUNITAS PUNK, minimal dapat mengetahui metode-metode pembuatan proposal penelitian kualitatif, dan selebihnya dapat menjadi acuan bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian mengenai kebudayaan Punk yang dianut oleh sebagian besar masyarakat.

1.5 Kerangka teori
Kebudaaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang d jadikan milik manusia dengan belajar (koentjaraningrat, 1990: 180). Salah satu unsur kebudayaan adalah sistem religi yang didalamnya terkandung agama dan kepercayaan.
Menurut Tylor(dalam Tilaa, 2002: 37) mengenai budaya sebagai berikut
Budaya atau peradaban adalah suatu keseluruhan yang kompleks dari pengetahuan, kepercayaan, seni, hukum, adat istiadat,  serta kemampuan-kemampuan-kemampuan dan kebiasaan lainnya yang di peroleh manusia sebagai anggota masyarakat.




BAB II

2.1  KAJIAN PUSTAKA
 TINJAUAN PUSTAKA
A. Sejarah singkat tentang anak Punk
Punk adalah sebuah komunitas yang berdiri pada tahun 1908 yang dididrikan oleh Michael Bakkuni. Komunitas ini lahir pada masa revolusi industri di nggris, dimana pada masa saat itu struktur masyarakat di dominasi oleh kaum buruh yang termarjinalkan. Mereka mencoba menggkritik kebijakan pemerintahan melalui lagu-lagu dan nyanyian untuk menggambarkan kisah hidup dari anak Punk dari lirik-lirik lagu atau bukulah mereka mengnspirasikan hidupnya. Di Indonesia sendri, komunitas ini lahir pada awal kerajaan kerajaan kecil. Pada kala itu belum di sebut sebagai komunitas Punk, tapi disebut komunitas orang yang termarjinalkan. Pada saat itu banyak rakyat yang termarjinalkan oleh kebijakan yang di keluarkan oleh pihak kerajaan. Punk sendiri memiliki arti (Public United Not Kindom). Banyak pemuda di negeri ini mengidentikan diri menjadi anak Punk walaupun ereka tidak mengetahui sejarah tentang komunitas ini sebelumnya. Yang lebih parah lagi ketika mereka tidak megetaui nilai-nilai yang ada dan apa yang di perjuangkan dalam komuntas ini.pada umumnya anak muda di negeri ini hanya sekedar mengadopsi gaya hidup anak Punk tanpa mamahami substansi dari komunitas ini. Tetapi tidak semua anak Punk seprti itu. Ada satu kkomunitas anak Punk di indonesia imana mereka berbaur dengan masyarakat tanpa adanya masyarakat sekitar terganggu dengan keberadaan komunitas Punk tersebut, aitu komunitas “TARING BABI” mereka berbaur seperti masyarakat sekitar. Mereka benar-benar mendalami dan memahami apa itu arti dari Punk sebenarnya, mereka mengajari anak anak bermain musik, membuat kerjianan, mmenghasilkan karya dan masih banyak lagi. Mereka berdidi sendiri dan seringkali mengikuti demo demo ke gedung pemerintahan untuk menegakan keadilan dan hak mereka, mereka juga memiliki sebuah grup musik (band) yang bernama ‘MARJINAL” dan isi dari lirik musik mereka itu kebanyakan atau hampir semua mengandung kritikan pedas terhadap masyarakat untuk menuntut hak mereka dan menuntuk keadilan. Seperti yang saya kutip dari lirik lagu ereka yang berbunyi “MALING-MALING KECIL DI HAKIMI, MALING MALING BESAR DILINDUNGI” ini jelas kritikan keras terhadap penegakan hukum di Indonesia meliat kasus korupsi yang marak terjadi di indonesia seperti kasusnya Gayus tambunan yang dimana dia di penjara tetapi mendapatkan fasilitas khalayaknya di ruah sendiri karena telah menyogok penegak hukum dengan uang, sedangkan melihat kasus seorang nenek yang mengambil beberapa potong kayu untuk membenarkan perkakasnya tetapi ia di hujat dan di fonis hukuman bertahun tahu. Jelas dari penggalan lirik lagu dari band “MARJINAL” ini merupakan kritikan keras terhadap hukum di Indonesia yang dapat di beli dengan  uang. Tidak hanya dari segi musik saja mereka mngkritik tatapi melalui gambar-gambar yang mereka sablon di atas kaos merchendise mereka untuk mengkritik kinerja para pemerintah di Indonesia yanng melihat kasusnya sangatlah miris korupsi dimana-mana dan lain sebagainya.
Ada beberapa penelitian yang sebelunya pernah di lakuan orang lain yang mengangkat bahan komunitas Punk ini seperti :
1.     Indramony yang berjudul “KEHIDUPAN SOSIAL ANAK PUNK DI KOTA TEGAL” yang di dalamnya membahas kehidupan dan aktivitas keseharian anak Punk di kota Tegal. Namun judul yang saya angkat ialah “PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP KOMUNITAS PUNK” dan di dalamnya membahas tentang berbagai pandangan masyarakat terhadap komunitas Punk ini.






BAB III

3.1  METODE PENELITIAN
1.   kualitatif
Metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data dilakukan secara gabungan, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekannkan makna daripada generalisasi.
2.   Wawancara
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan peneliti dengan cara tanya jawab, sambil dengan cara tatap muka antara si penanya dan si penjawab dengan menggunakan catatan yang telah di sediakan oleh peneliti.
3.   Observasi langsung
Observasi langsung adalah cara pengamblan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut. Observasi ini digunakan untuk penelitian yang telah di rencanakan secara sistematik tentang bagaimana pandangan masyarakat terhadap komunitas Punk yang ada.


[1] https://indramony99.wordpress.com/penelitian-kualitatif/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar