1 Berwibawa
Kewibawaan berasal dari kata wibawa
merupakan semangat dan suasana hubungan antar dua atau lebih individu yang
memancarkan kelebihan seseorang atas orang atau atau orang lain dalam aroma
pengakuan dan penerimaan yang nyaman dan tulus dari seseorang yang dimaksud
terhadap orang lainnya. Seorang guru harus memiliki sifat budi bawa laksana
yang artinya guru itu mampu memancarkan kelebihannya yang bisa membuat orang
mengakui dan menghormati guru tersebut.
Apabila
seorang guru mampu memiliki semua karakter yang telah disebutkan diatas maka
untuk membentuk suatu bangsa yang pintar dan bermartabat akan sangat mudah.
Satu hal yang perlu diperhatikan oleh para guru agar bisa memiliki karakter
yang bisa menjadi panutan itu adalah kesadaran mereka akan pentingnya suatu
karakter pada diri mereka
2 Amanah
Amanah
adalah sesuatu yang diberikan kepada seseorang yang dinilai memiliki kemampuan
untuk mengembannya. Artinya amanah seorang guru adalah bagaimana seorang guru
membimbing, membina, mengayomi dan memberi teladan terhadap perserta didiknya
dengan penuh keikhlasan.Kalau tidak Sebagai orang tua memiliki harapan besar
saat menitipkan anak-anaknya ke pendidikan formal yaitu sekolah. Mereka
menginginkan keberhasilan putra-putri mereka baik keberhasilan dari segi
konitif/kognetif (ilmu pengetahuan) maupun akhlakul karimah (perilaku terpuji)
sang anak sehingga anak-anak mereka bisa menjadi cerdas secara ilmu dan
akhlaknya. Mereka memberikan kepercayaan penuh kepada guru dalam proses
pendidikan di sekolah. Untuk itu perlu adanya guru yang amanah terhadap
profesinya, bukan menyalahgunakan amanah tersebut.
3. Cerdas
Cerdas
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti sempurna perkembangan akal
budinya (untuk berpikir, mengerti, dsb). Jadi seorang guru harus mampu
menguasai bahan ajar yang akan di ajarkan ke anak didik mereka sehingga tujuan
dari pembelajaran berjalan dengan lancar dan berhasil. Akan sangat lucu bila
seorang guru tidak mampu menguasai materi yang akan diajarkan dan hanya akan
menjadi bahan tertawaan murid dan orang lain.
4. Memiliki Jiwa Keteladanan
Jiwa
Keteladanan merupakan sifat yang baik yang dimiliki oleh sesorang dimana sifat
itu pantas untuk ditiru. Banyak orang yang beranggapan bahwa menjadi seorang
guru itu adalah hal yang mudah, namun sebenarnya menjadi guru itu adalah hal
yang sulit, karena kita dituntut untuk menjadi panutan dan segala tingkah laku
kita menjadi acuan dari para siswa untuk menirunya. Dalam bahasa Jawa guru
merupakan akronim “Digugu lan Ditiru” yang artinya guru itu harus di tiru
perbuatannya. Dengan pengertian itu maka sebagai seorang guru haruslah memiliki
pola tingkah laku yang baik supaya anak didik yang di ajar memiliki pola
tingkah laku yang baik pula
5. Menghargai sebuah proses
Dengan seabreg tugas administrasi di sekolah, sring kita pulang ke rumah dalam
keadaan sangat lelah. Sering juga kita dilanda penyakit “bosan” sambil
bergumam……,,,,,Seperti inikah menjadi seorang guru???? Perasaan tersebut
wajar dan sah-sah saja. Semua perasaan tersebut akan hilang apabila sebagai
guru menghargai proses. Sebagaimana proses alam yang mengalami pergantian, ada
siang, ada malam, ada terang dan ada gelap. Demikian pula pengalaman sebagai
guru, tidak sepenuhnya berhasil, tapi ada kalanya mengalami kegagalan. Oleh
karena itu kita sendiri hendaknya menerima keberhasilan yang tertunda
tersebut. Apabila sebagai guru kita mengingat-ingat kegagalannya saja, kapan
kita bisa maju?? Maka perlulah refleksi diri, mengapa saya belum berhasil,
sehingga dengan demikian kita terpacu untuk belajar dan selalu belajar serta
menghargai proses, karena ilmu tidak bisa didapakan secara instan seperti MIE
INSTAN…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar