Selasa, 27 Desember 2016

metode penelitian



B. Pengujian validasi dan rabilitas Penelitian Kualitatif
Dalam pengujian keabsahan data, metode penelitian kualitatif menggunakan istilah yang berbeda dengan penelitian kuantitayif. Perbedaan tersebut ditunjukan  pada tabel 14. 1 berikut.

TABEL 14.1
PERBEDAAN ISTILAH DALAM PENGUJIAN KEABSAHAN DATA ANTARA METODE KUALITATIF DAN KUANTITATIF
ASPEK
METODE KUALITATIF
METODE KUANTITATIF
Nilai kebenaran
Validasi internal
Kredibilitas (credibility)
Penerapan
Validasi eksternal
(generalisasi)
Transferbility/keteralihan
Konsistensi
Reliabilitas
Auditability/dependability
Naturalitas
Obyektivitas
Confirmability (dapat di konfirmasi)

Jadi uji keabsahan data dalam peneltian kualitatif meliputi uji, creability (validityas interbal), transferability (reliabilitas), dan confirmability (obyektivitas).
1.      Uji kreabilitas
Bermacam-macam cara pengujian kreabilias data ditunjukan pada gambar 14.2. berdasarkan gambar tersebut terlihat bahwa uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil peneliian kualitatif antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif, dan memberheck.

Uji kredibilitas data                                  Perpanjangan pengamatan
                                                                  Peningkatan ketekunan
                                                                  Triangulasi
                                                                  Diskusi dengan teman sejawat
                                                                  Analisis kasus negativ
                                                                  Memberheck

a.       Perpanjangan pengamatan
Mengapa dengan perpanjangan pengamatan akan dapat meningkatkan kepercayaan atau kredibilitas data? Dengan perpanjangan pengamatan berarti peneliti kembali ke lapangan, melakukan pengamatan, wawancara lagi dengan sumber data yang pernah ditemui maupun yang baru. Dengan perpanjangan pengamatan ini berarti hubungan peneliti dengan narasumber akan semakin terbentuk rapport, semakin akrab (tidak ada jarak lagi), semakin terbuka, saling mempercayai sehingga tidak ada informasi yang disembunyikan lagi.
Pada tahap awal peneliti memasuki lapangan, peneliti masih dianggap orang asing, masih dicurigai, sehingga informasi yang diberikan belum lengkap, tidak mendalam, dan mungkin masih banyak yang dirhasiakan. Dengan perppanjangan pngamatan ini, peneliti mengecek kembali apakah data yang telah diberikan selama ini merupakan data yang sudah benar atau tidak. Jika data yang di dapat ternyata tidak benar maka peneliti melakukan pengamatan lagi yang lebih luas dan mendalam sehingga diperoleh data yang pasti kebenarannya.

b.      Meningkatkan ketekunan
Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Dengan cara tersebut maka kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis. Sebagai contoh melihat sekelompok masyarakat yang sedang olahraga pagi. Bagi orang awam olahraga adalah untuk meningkatkan kebugaran fisik. Tetatapi bagi peneliti kualiatif tentu akan lain kesimpulannya. Setelah peneliti mencermati secara mendalam, olahraga pagi itu bagi sekelompok masyarakat itu merupakan wahana untuk transaksi bisnis. Selanjutnya untuk dapat memahami proses perdagangan narkoba, maka peneliti harus melakukan pengamatan secara terus-menerus dan memahami bahas-bahasa sandi mereka.
Mengapa dengan meningkatkan ketekunan dapat meningkatkan kredibilitas data? Meningkatkan ketekunan itu ibarat kita mengecek soal-soal atau makalah yang telah dikerjakan, ada yang salah atau tidak. Dengan meningkatkan ketekunan itu, maka peneliti dapat melakukan pengeceka kembali apakah data  yang telah ditemukan itu salah atau tidak.

c.       Triangulasi
1.      Triangulasi sumber.
Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.
2.      Triangulasi teknik.
Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mwngwcwk data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.
3.      Triangulasi waktu.
Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dipagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya.

d.      Analisis kasus negatif
Kasus negativ adalah kasus yang tidak sesuai atau berbeda dengan hasil penelitian hingga pada saat tertentu. Mengapa dengan analisis kasus negatif dapat mrningkatkan kredibilitas data? Melalui analisis negatif berarti peneliti mencari data yang berbeda atau bahkan bertentangan dengan data yang telah ditemukan. Bila tidak ada lagi data yang berbeda atau bertentangan dengan temuan, berarti data yang ditemukan sudah dapat dipercaya.
e.       Menggunakan bahan referensi
Yang dimaksud dengan bahan referensi disini adalah adanya pendukung untuk membuktikan data yang telah dutemukan oleh peneliti. Sebagai contoh, data hasil wawancara perlu didukung dengan adanya rekaman wawancara. Data tentang interaksi manusia, atau gambar suatu keadaan perlu didukung ileh foto-foto. Alat-alat bantu perekam data dalam peneltian kualitatif, seperti camera, handcam, alat rekam suara sangat diperlukan untuk mendukung kredibilitas data yang telah ditemukan oleh peneliti.

f.       Mengadakan memberheck
Memberheck, adalah proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada pemberi data. Tujuan memberheck adalah untuk mgetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan oleh pemberi data. Apabila data yang ditemukan disepakati oleh para pemberi data berarti data tersebut valid, sehinga semakin kredibel/dipercaya, tetapi apabila data ditemukan peneliti dengan berbagai penafsirannya tidak disepakati oleh pemberi data, maka peneliti perlu melakukan diskusi dengan pemberi data, dan apabila perbedaanya tajam, maka peneliti harus merubah temuannya, dan harus menyesuaikan dengan apa yang diberikan oleh pemberi data. Jadi tujuan memberheck adalah agar informasi yang diperoleh dan akan digunakan dalam penulisan laporan sesuai apa yang dimaksud sumber data informan. Pelaksanaan memberheck dapat dilakukan setelah satu periode pengumpulan data selesai, atau setelah mendapat suatu temuan, atau kesimpulan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar